Sahabatku Bersyukur, Karyanya Tertampung

Karikatur yang kulukis, kini tidak hanya bersemedi dalam tas dan hanya menjadi pajangan kebanggaan untukku saja. Alhamdulillah udah bisa bermanfaat. Apalagi ada pesan dari Instruktur untuk merangkai karikatur yang memiliki pesan moral.

Oleh : Yuni Maulida, VII.G

Juwiter MADING. Labuan haji, Kamis 10/11/2015. Gadis yang berumur 14 tahun, lahir 19 Mei 2001, berzodiak Taurus, Hoby menggambar animasi kartun, jogging dan bermain music, sekolah di SMPN 2 Labuhan Haji, yang pembaca tidak duga. Semoga teman-teman bangga memiliki teman sesama Sekolah SMPN 2 Labuhan Haji, namanya Herlina Solihatun Tayyibah.

Dia membuat karikatur mulai kelas 4 SD. Dia belajar secara langsung dan melihat melalui internet dan dari menonton kartun film animasi. Pertama kali membuat Karikatur, yang dirasakan sulit adalah membuat animasi dan sketsa, terutama dalam membuat sketsa untuk jari Kaki dan tangan. Tapi untuk sketsa wajah, diarasakannya lebih mudah.

Pengalalam pertama membuat karikatur, ketika di tinggalkan menikah oleh abangnya. Herlina merasa sedih, galau dan gundah. Diapun menghibur diri dengan membuat karikatur animasi. Karya pertama yang dia dapat saat itu adalah karikatur Naruto.

Sejak itu, setiap kali di timpa kesedihan atau perasaan galau menghantui, maka tangannya dan imajinasinyapun berputar menulis, menulis, dan menulis Karikatur sampai kertas A3 yang khusus untuk membuat Karikatur seringkali habis dan berganti, tapi sayangnya semua itu hanya bersemayam di dalam tas saja.

Pada Kamis, 15 Oktober 2015 adalah hari pertama dan bersejarah buat saya dan sahabatku ini. Karena pada hari itu, sekolahku tercinta SMPN 2 Labuan Haji memprogramkan latihan Jurnalisme Adiwiyata Bermitra (Juwiter) dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Sejujurnya nama ini langka, dan kami tidak tau programnya, tapi kami mulai mencobanya.

Diakhir latihan sekita jam 16.30 lebih (Sore), secara tidak sengaja kami bertanya, apakah bisa karikatur kami di masukkan atau dipajang di Mading atau Buletin Sekolah. Kak, emzet pelatih kami pun mengangguk dan menyanjung hasil kreasi sahabatku, tapi dia berpesan agar menyusun karikatur yang memiliki pesan moral.

Kulihat Herlina sahabatku tersenyum bangga. Ketika saya diminta untuk mewawancarainya dan menjadikan sebagai inspirasi berkarya untuk teman-teman SMPN 2 Labuan Haji, maka dengan senang saya melakukan tugas itu, sekalian untuk melatih mental dan mengembangkan wawawasan.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya, Herlina menjawab, “senang dan bangga,” kata  sahabatku ini. Saya bertanya lagi, Bagaimana perasaan Anda jika karikaturnya di tempel di mading dan di buletin?.

Herlina menjawab, senang, dikenal banyak teman dan guru, karya saya bisa berguna, tidak lagi jadi pajangan di rumah saja dan Alhamdulillah,  syukur kepada Allah, Terimakasih untuk Kepala SMP 2 Labuanhaji, pembina Juwiter, Bu Mariani dan Pelatih kami, kak Emzet, semoga kita semua masuk syurga . Amin, do’a kami dan Semangat Juwiter, Salam Minat Baca ; Lestari!!!