IKLAN

Materai 6000 dan Duka Keluarga 3 Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UII

Poster Diksar UUI. (S) Tempo/Fb
Nama kegiatannya sungguh indah, "Pendidikan Dasar (Diksar)". Sayangnya outputnya pahit terdengar. Entah gara-gara apa?. Kampusnya yang lalai? Ataukah ini merupakan cermin hasil pendidikan kita? Wallahua'lam.

Yang jelas, simpulannya, Tiga orang mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) meninggal dunia seusai mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam UII (Mapala Unisi).

Mereka adalah Alm Muhammad Fadli, Alm Syaitys Asyams, Alm Ilham Nurfadmi. Semoga Allah SWT meridhainya. Alfatihah untuk para generasi itu, dan senior sebab akibatnya, serta pendidikan bangsa kita.

Tribunnews.com memberitakan, Muhammad Fadhli  meninggal pada Jumat 20 Januari 2017 dalam perjalanan menuju RSUD Karanganyar.

Syaits Asyam meninggal di Rumah Sakit Bethesda pada Sabtu 21 Januari 2017 dan Ilham Nurfadmi Listia Adi meninggal di RS Bethesda pada Senin, 23 Januari 2017 sekitar pukul sebelas malam.

Laman Nasional itu juga memberitakan, selain korban meninggal, masih ada yang dirawat di Jogja International Hospital (JIH) yakni atas nama Abyan Razaki.

Atas kejadian itu, Indowarta.com dan media lainnya mengulas duka pendidikan indonesia. Ditulisnya,
belum reda kesedihan para orang tua atas meninggalnya salah satu taruna junior dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) cilincing, Jakarta Utara. Muncul lagi duka ini.

Mungkin sama terkejutnya dengan publik karena kini beredar kabar 3 mahasiswa UII Yogyakarta  Mahasiswa Mapala UII meninggal usai mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa yang di Lereng Selatan Gunung Lawu, Tawangmangu Jawa Tengah.

Materai 6000 dan Output Terpopuler?


Dibalik kabar tersebut terbaca ada Materai 6000. Dibalik materai 6000 tersebut dari beragama sumber jelas curiga bahwa para generasi yang merasa senior itu memiliki rencana untuk berbagai hal terkait berita duka itu.

Betapa tidak, diinformasikan, semua Mahasiswa Mapala UII diminta untuk menandatangi sebuah surat pernyataan yang telah ditempel materai 6000 dan ada yang menuturkan bahwa nyawa dari mahasiswa itu ada dalam materai yang telah tertempel, urai Indowarta.com

Ya. Terbukti melalui beragam pemberitaan sebagai output paling populer akibat kejadian itu. Materai 6000 ribu, sehingga melupakan output yang lain. Ya. Materai 6000. Sebuah mahluk yang diagung-agungkan sangat berharga tatkala berpelukan dalam sebuah surat-suratan.

Apalagi dibubuhkan dengan tanda tangan dan stempel basah. Materai 6000, mahluk yang akrab disapa bea materai merupakan pajak yang dikenakan pada beberapa dokumen resmi dengan maksud untuk memberikan nilai hukum terhadap sebuah dokumen.

Sehingga, status dokumen tersebut setelah diberi materai akan berubah menjadi surat berharga. Kini dengan kejadian itu materai 6000, mungkinkan dalam pandangan siapa ya?, materai 6000 sama harganya dengan  raga, bahkan nyawa?. Entahlah. (Wallahualam)

Baca Juga :
Bagiku, Mapala UII Tak Salah, "Tragedi Diksar Mapala UII, Diduga Kelalaian Siapa?"
Bukan Ingin Membela Panitia Mapala UII, Hanya Berdo'a, Renungi Hasil Didikan Yuk...!!!
Jika Ingin Salahkan Panita, Cari Dulu, Kampus Terjun Bina SOP Enggak?

1 comment:

  1. Nyawa harus dibayar nyawa, karena senio banyak yang kajuman

    ReplyDelete

CARI DI BLOG INI